Question stringlengths 50 3.05k | Answer stringlengths 72 36.7k |
|---|---|
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 pada Pasal 5? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 5 menyebutkan bahwa:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 5? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 5 mengatur sebagai berikut:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Apa bunyi lengkap Pasal 5 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 5 dinyatakan:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Jelaskan isi kandungan Pasal 5 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, ketentuan pada , Pasal 5 berbunyi:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 5 menetapkan:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 5? | Pasal Pasal 5 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , menyatakan:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 5, memuat:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 5 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 5 berbunyi:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Apa substansi hukum dari Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 5, adalah:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 5 menjelaskan:
Penyesuaian pensiun pokok sebagaimana dimaksud dala m |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 pada Pasal 6? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 6 menyebutkan bahwa:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan
... |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 6? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 6 mengatur sebagai berikut:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan ... |
Apa bunyi lengkap Pasal 6 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 6 dinyatakan:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang... |
Jelaskan isi kandungan Pasal 6 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, ketentuan pada , Pasal 6 berbunyi:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang T... |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 6 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 6 menetapkan:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan
pen... |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 6? | Pasal Pasal 6 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , menyatakan:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan
pe... |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 6 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 6, memuat:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan
pe... |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 6 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 6 berbunyi:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan
pen... |
Apa substansi hukum dari Pasal 6 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 6, adalah:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan... |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 6 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 6 menjelaskan:
Selain pensiun pokok/tunjangan pokok, kepada peneri ma
pensiun Purnawirawan/Warakawuri atau Duda, tunjanga n
Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, tunjangan Orang Tua dan
... |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 pada Pasal 7? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 7 menyebutkan bahwa:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama
m... |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 7? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 7 mengatur sebagai berikut:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama
... |
Apa bunyi lengkap Pasal 7 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 7 dinyatakan:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersa... |
Jelaskan isi kandungan Pasal 7 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, ketentuan pada , Pasal 7 berbunyi:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama... |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 7 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 7 menetapkan:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama
maup... |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 7? | Pasal Pasal 7 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , menyatakan:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama
mau... |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 7 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 7, memuat:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama
mau... |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 7 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 7 berbunyi:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama
maup... |
Apa substansi hukum dari Pasal 7 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 7, adalah:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama ... |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 7 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 7 menjelaskan:
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksa naan
Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Kepala Kep olisian
dan/atau Menteri Keuangan baik secara bersama-sama
m... |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 pada Pasal 8? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 8 menyebutkan bahwa:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjangan... |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 8? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 8 mengatur sebagai berikut:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjanga... |
Apa bunyi lengkap Pasal 8 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 8 dinyatakan:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda,... |
Jelaskan isi kandungan Pasal 8 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, ketentuan pada , Pasal 8 berbunyi:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, T... |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 8 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 8 menetapkan:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjangan An... |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 8? | Pasal Pasal 8 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , menyatakan:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjangan A... |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 8 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 8, memuat:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjangan A... |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 8 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 8 berbunyi:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjangan An... |
Apa substansi hukum dari Pasal 8 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 8, adalah:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjang... |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 8 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 8 menjelaskan:
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, P eraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penetapan Pe nsiun
Pokok Purnawirawan, Warakawuri atau Duda, Tunjangan... |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 pada Pasal 9? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 9 menyebutkan bahwa:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan ... |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 9? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 9 mengatur sebagai berikut:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan... |
Apa bunyi lengkap Pasal 9 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 9 dinyatakan:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pen... |
Jelaskan isi kandungan Pasal 9 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, ketentuan pada , Pasal 9 berbunyi:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengu... |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 9 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 9 menetapkan:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Per... |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 9? | Pasal Pasal 9 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , menyatakan:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Pe... |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 9 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 9, memuat:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Pe... |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 9 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, , Pasal 9 berbunyi:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Per... |
Apa substansi hukum dari Pasal 9 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, khususnya , Pasal 9, adalah:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundanga... |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 9 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 17 Tahun 2008 tentang PENETAPAN PENSIUN POKOK PURNAWIRAWAN, pada , Pasal 9 menjelaskan:
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar . . .
- 6 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan ... |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 pada Pasal 1? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 1 menyebutkan bahwa:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan unt... |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 1? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 1 mengatur sebagai berikut:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan un... |
Apa bunyi lengkap Pasal 1 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 1 dinyatakan:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawas... |
Jelaskan isi kandungan Pasal 1 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, ketentuan pada , Pasal 1 berbunyi:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan... |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 1 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 1 menetapkan:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan untuk ... |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 1? | Pasal Pasal 1 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , menyatakan:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan unt... |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 1 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 1, memuat:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan unt... |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 1 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 1 berbunyi:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan untuk ... |
Apa substansi hukum dari Pasal 1 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 1, adalah:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan... |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 1 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 1 menjelaskan:
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam Peraturan
Pemerintah ini adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan u... |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 pada Pasal 2? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 2 menyebutkan bahwa:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 2? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 2 mengatur sebagai berikut:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Apa bunyi lengkap Pasal 2 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 2 dinyatakan:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Jelaskan isi kandungan Pasal 2 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, ketentuan pada , Pasal 2 berbunyi:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 2 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 2 menetapkan:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 2? | Pasal Pasal 2 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , menyatakan:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 2 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 2, memuat:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 2 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 2 berbunyi:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Apa substansi hukum dari Pasal 2 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 2, adalah:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 2 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 2 menjelaskan:
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 pada Pasal 3? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 3 menyebutkan bahwa:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 3? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 3 mengatur sebagai berikut:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Apa bunyi lengkap Pasal 3 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 3 dinyatakan:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Jelaskan isi kandungan Pasal 3 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, ketentuan pada , Pasal 3 berbunyi:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 3 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 3 menetapkan:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 3? | Pasal Pasal 3 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , menyatakan:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 3 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 3, memuat:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 3 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 3 berbunyi:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Apa substansi hukum dari Pasal 3 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 3, adalah:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 3 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 3 menjelaskan:
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah. |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 pada Pasal 4? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 4 menyebutkan bahwa:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,00 (... |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 4? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 4 mengatur sebagai berikut:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,00 ... |
Apa bunyi lengkap Pasal 4 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 4 dinyatakan:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebe... |
Jelaskan isi kandungan Pasal 4 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, ketentuan pada , Pasal 4 berbunyi:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesa... |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 4 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 4 menetapkan:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,00 (nol... |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 4? | Pasal Pasal 4 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , menyatakan:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,00 (... |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 4 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 4, memuat:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,00 (... |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 4 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 4 berbunyi:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,00 (nol... |
Apa substansi hukum dari Pasal 4 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 4, adalah:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,... |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 4 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 4 menjelaskan:
(1) Terhadap penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang bersifat
nonkomersial dikenakan tarif sebesar Rp0,00... |
Apa yang diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 pada Pasal 5? | Berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 5 menyebutkan bahwa:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan... |
Bagaimana ketentuan yang tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 5? | Dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 5 mengatur sebagai berikut:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuanga... |
Apa bunyi lengkap Pasal 5 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Menurut ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 5 dinyatakan:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Ment... |
Jelaskan isi kandungan Pasal 5 dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Sesuai dengan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, ketentuan pada , Pasal 5 berbunyi:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menter... |
Apa saja yang diatur dalam Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Ketentuan dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 5 menetapkan:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan
s... |
Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008, apa isi dari Pasal 5? | Pasal Pasal 5 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , menyatakan:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan... |
Apa norma yang terkandung dalam Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Substansi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 5, memuat:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan... |
Bagaimana redaksi normatif Pasal 5 dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Norma hukum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, Pasal 5 berbunyi:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan
s... |
Apa substansi hukum dari Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008? | Materi muatan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, khususnya , Pasal 5, adalah:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keua... |
Jelaskan ketentuan yuridis yang termuat dalam Pasal 5 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008. | Redaksi dari PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Nomor 2 Tahun 2008 tentang JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK, pada , Pasal 5 menjelaskan:
Tata cara pengenaan, pemungutan, dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuang... |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.