Regulation Name
stringlengths
2
3.85k
Regulation Number
stringlengths
1
63
Year
stringdate
1945-01-01 00:00:00
2030-01-01 00:00:00
About
stringlengths
3
18.3k
Chapter
stringlengths
5
2.72k
Article
stringlengths
5
36
Content
stringlengths
11
32.8k
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 6
(1)Unsur penga rah sebagaimana dimaksud dalam P asal 5 huruf b mempunyai tugas : a.merumuskan rencana pengelolaan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang dikembangkan oleh unsur pelaksana ; b.mengawasi sumber -sumber dana dari berbagai sumber untuk mendukung pelaksanaan penanggulangan bencana di daerah ; c.menetapk...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 7
(1)Unsur pengarah BPBD beranggotakan 9 ( sembilan ) orang terdiri dari 5 ( lima ) orang dari instansi pemerintah dan 4 ( empat ) orang dari masyarakat profesional. (2)Unsur dari instansi pemerintah, sebagaimana dimaksud pada ay at (1) terdiri dari : a.1 ( satu ) orang mewakili TNI/Polri; b.1 ( satu ) orang mewakili uni...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 8
Unsur pelaksanaan BPBD Kabupaten berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala BPBD kabupaten Unsur pelaksanaan BPBD dipimpin oleh seorang kepala pelaksanaan yang membantu kepala BPBD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi unsur pelaksanaan BPBD sehari -sehari
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 9
Unsur pelaksana B PBD sebagaimana dimaksud dalan P asal 8 ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan penanggulangan bencana secara terintegrasi meliputi: a.prabencana; b.saat tanggap darurat; dan c.pasca bencana
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 10
Unsur pelaksanaan BPBD menyelenggarakan fungsi: pengkoordinasian; pengkomandoan; dan pelaksanaan .
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 11
Fungsi koordinasi seb agaimana dimaksud dalam P asal 10 huruf a, merupakan fungsi koordinasi Unsur Pelaksana BPBD, dilaksanakan melalui koordinasi dengan satu an kerja perangkat daerah 5lainnya di daerah, instansi vertikal yang ada di daerah, lembaga usaha dan/atau pihak lain yang diperlukan pada tahap pra bencana, saa...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 12
Fungsi koma ndo sebagaimana dimaksud dalam P asal 10 huruf b, merupakan fungsi komando Unsur Pelaksana BPBD, dilaksanakan melalui pengerahan sumber daya manusia, peralatan, logistik dari satuan kerja perangkat daerah lainnya, instansi vertikal yang ada di daerah serta langkah-langkahlain yang diperlukan dalam ra ngka p...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 13
Fungsi pelaks ana sebagaimana dimaksud dalam P asal 10 huruf c, merupakan fungsi koordinasi Unsur Pelaksana BPBD, dilaksanakan secara terkoordinasi dan terintergrasi dengan satuan kerja perangkat daerah lainnya, instans i vertikal yang ada di daerah dengan memperhatikan kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana ...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 14
Susunan Organisasi Unsur Pelaksana BPBD Kabupaten terdiri dari : Kepala Pelaksana ; Sekretariat unsur pelaksana ; Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan ; Seksi Kedaruratan dan Logistik ; dan Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IV - SUSUNA N ORGANISASI
Pasal 15
Penjabaran tugas pokok dan fungsi BPBD Kabupaten Jembrana, diatur tersendiri dengan Keputusan Bupati. Bagan struktur Organisasi BPBD, sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB V - KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Pasal 16
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPBD se suai keahlian dibidang penanggulangan bencana dan sesuai kebutuhan.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB V - KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Pasal 17
(1)Kelompok Jabatan Fungsio nal sebagaimana dimaksud dalam P asal 16 terdiri dari sejumlah tenaga dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai keahlian. (2)Kelompok jabatan fungsio nal sebagaimana dimaksud dalam P asal 16 dipimpin olah seorang tenaga senior yang ditunjuk Bupati atas usul Kepala ...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 18
Kepala Pelaksana B PBDadalah Jabatan struktural Eselon III.a. Kepala Sekretariat dan Kepala Seksi adalah ja batanstruktural Eselon IV.a.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 19
Pengisian jabatan Unsur Pelaksana BPBD berasal dari Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang memiliki kemampuan, pengetahuan, keahlian, pengalaman, keterampilan, dan integrasi yang dibutuhkan dalam penanganan bencana. 6BAB VII TATA KERJA
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 20
Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Pelaksana BPBDwajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan sendiri maupun antar satuan organisasi sesuai dengan tugasnya masing -masing.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 21
Kepala Pela ksana BPBD, dalam melaksanakan tugasnya harus berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang -undangan yang berlaku. Kepala Pelaksan aBPBD, berkewajiban memberi petunjuk, membina, membimbing, dan mengawasi pekerjaan dari unsur -unsur pembantu dan pelaksana di lingkungan kerjanya.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 22
Kepala Pelaksana B PBD, mengawasi bawahannya masing -masing dan apabila terjadi penyimpangan, dapat mengambil langkah -langkah yang diperlukan sesuai peraturan perundang - undangan yang berlaku.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 23
Pimpinan Unsur Pelaksana BPBD dalam melaksanakan tugasnya melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi dibawahnya.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 24
Rapat koordinasi BPBD diadakan paling sedikit 1 ( satu ) kali dalam 1 ( satu ) tahun dan/atau dilaksanakan sewaktu-waktu sesuai dengan kebu tuhan.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 25
Hubungan kerja antara BPBD dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi bersifat koordinasi dan teknis kebencanaan dalam rangka upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VI - ESELON DAN KEPEGAWAIAN
Pasal 26
Ketentuan lebih lanjut meng enai tata kerja BPBD diatur oleh Kepala Pelaksana B PBD.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB VIII - PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pasal 27
Kepala Pelaksana B PBDdiangkat dan diberhentikan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang -undangan yang berlaku. Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Su b Bagian dan Kepala Seksi diangkat dan diberhentikan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang -undangan yang berlaku. Unsur pengarah, diangkat dan diberhentika...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB IX - PEMBIAYAAN
Pasal 28
Pembiayaan untukmendukung kegitan BPBD dalam penanggulangan bencana dibebankan pada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana dan /atausumber lainnya yang sahsertatidak mengikat.
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB X - KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 29
Pada saat mu lai berlakunya Peraturan Bupati ini maka tugas dan fungsi penanggulangan bencana pada Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, dialihkan tugas dan fungsinya pada BPBD. Pembiayaan perl engkapan, personalia dan data (P3D ) sebagaimana dimak sud pada ayat ( 1 ) dialihkan menjadi P3D Badan ...
PERATURAN BUPATI JEMBRANA
27
1945
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
BAB XI - KETENTUAN PENUTUP
Pasal 30
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Bupati ini dengan penempatan dalam Berita Daerah Kabupaten Jembrana. Ditetapkan di Negara pada tanggal 4 Juli 2011 Diundangkan di Negara pada tanggal 4 Juli 2011 KEPALA BAGIAN HUKUM ORGANISAS...
PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN
15
2011
PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTABANJARMASIN
null
Pasal 1
DalamPeraturan Walikota iniyangdimaksud dengan : 1.DaerahadalahKotaBanjarmasin. 2.Pemerintah DaerahadalahPemerintah KotaBanjarmasin. 3.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya dapatdisingkat DPRD adalahDewanPerwakilan RakyatDaerah KotaBanjarmasin. ^4.KepalaDaerahadalahWalikotaBanjarmasin. 5.Dinasadalah DinasPerhubung...
PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN
15
2011
PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTABANJARMASIN
null
Pasal 2
(1)Untuk tempat parkir yang memakai karcis maupun dengansistem komputerisasi, pajak parkir dipungut dengan cara Menghitung Pajak Sendiri (MPS). (2)Untuk tempat parkir yang tidak memakai karcis, tempat penitipan dan/atau garasi kendaraan bermotor, pajak parkir dipungut dengan cara Taksasi (NonMPS). ^ Pasal 3 (1)Ketentu...
PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN
15
2011
PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTABANJARMASIN
null
Pasal 4
Besarnya pembayaran pajak,untuktempatparkiryangmemakai karcis, dihitung dengancaramengalikan tarif30%denganjumlahnilaikarcis. Besarnya pembayaran pajak,untuktempatparkiryangtidakmemungut bayaran danatautempatparkiryangtidakmenggunakan karcisparkir, dihitung dengancaramengalikan tarif30%denganjumlahperolehan yang seharu...
PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN
15
2011
PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTABANJARMASIN
null
Pasal 5
(1)WajibPajak atauPenanggung Pajak dengancaraMenghitung Pajak Sendiri (MPS)sebagaimana dimaksud dalampasal2ayat(1),wajib mengisi, menandatangani danmenyampaikan SuratPemberitahuan PajakDaerah (SPTPD) setiapbulansekali,palinglama15 (lima belas)harisetelah berakhirnya masapajak. (2)WajibPajakatauPenanggung Pajak dengan c...
PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN
15
2011
PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTABANJARMASIN
null
Pasal 6
(1)Bagi Wajib PajakatauPenanggung PajakdengancaraMPS,jatuhtempo pajakterutang (SKPDKB atauSKPDKBT) adalah30(tigapuluh)hari setelah diterimanya SKPDKB atauSKPDKBT olehWajibPajakatau Penanggung Pajak. (2)Apabilaketentuan sebagaimana dimaksud padaayat(1)tidakdipenuhi palinglama30(tigapuluh)harisejakditerimanya SKPDKB atau...
PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN
15
2011
PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTABANJARMASIN
null
Pasal 8
(1)Dalamhalpelaksanaan pengawasan, KepalaDinasdapatmenetapkan sertamenempatkan petugas yang dilengkapi surat tugas, dan/atau peralatan. (2)Penempatan peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)berfungsi sebagaialatkontrolsetiapkegiatan transaksi. (3)Penempatan petugassebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan untukpe...
PERATURAN WALIKOTA BANJARMASIN
15
2011
PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTABANJARMASIN
null
Pasal 9
(1)Pemeriksaan dapatdilakukan olehpetugas yangditunjuk olehKepala Dinasbagiobyekpajakdan/atau apabila ditemukan ketidak sesuaian antarapembayaran pajakdenganpotensidilapangan. (2)Untukkeperluan pemeriksaan, petugas dilengkapi dengan SuratTugas Pemeriksaan danmemperlihatkan kepada WajibPajakatauPenanggung Pajakyangdiper...