id int64 1 6.24k | surah_id int64 1 114 | surah_arabic stringclasses 114
values | surah_latin stringclasses 114
values | surah_transliteration stringclasses 114
values | surah_translation stringclasses 110
values | surah_num_ayah int64 3 286 | surah_page int64 1 604 | surah_location stringclasses 2
values | ayah int64 1 286 | page int64 1 604 | quarter_hizb int64 0 61 | juz int64 1 30 | manzil int64 1 7 | arabic stringlengths 6 1.22k | latin stringlengths 6 1k | translation stringlengths 6 1.62k | no_footnote stringclasses 678
values | footnotes stringclasses 678
values | tafsir_wajiz stringlengths 6 3.62k | tafsir_tahlili stringlengths 63 19.5k | tafsir_intro_surah stringclasses 114
values | tafsir_outro_surah stringclasses 113
values | tafsir_munasabah_prev_surah stringclasses 113
values | tafsir_munasabah_prev_theme stringlengths 126 2.63k ⌀ | tafsir_theme_group stringlengths 6 130 ⌀ | tafsir_kosakata stringlengths 52 23k ⌀ | tafsir_sabab_nuzul stringclasses 172
values | tafsir_conclusion stringlengths 127 3.71k ⌀ |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | 1 | الفاتحة | Al-Fātiḥah | Al-Fatihah | Pembuka | 7 | 1 | Makkiyah | 1 | 1 | 0 | 1 | 1 | بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ | Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). | Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. | null | null | Aku memulai bacaan Al-Qur'an dengan menyebut nama Allah, nama teragung bagi satu-satunya Tuhan yang patut disembah, yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersucikan dari segala bentuk kekurangan, Yang Maha Pengasih, Pemilik dan sumber sifat kasih Yang menganugerahkan segala macam karunia, baik besar maupun kecil... | Surah al-Fātiḥah dimulai dengan Basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم).
Ada beberapa pendapat ulama berkenaan dengan Basmalah yang terdapat pada permulaan surah Al-Fātiḥah. Di antara pendapat-pendapat itu, yang termasyhur ialah:
1. Basmalah adalah ayat tersendiri, diturunkan Allah untuk jadi kepala masing-masing surah, dan ... | Nama, Tempat Diturunkan, dan Jumlah Ayat
Surah pertama al-Fātiḥah mempunyai bermacam-macam nama, antara lain:
1. Surah al-Fātiḥah
Kata “Fātiḥah” terambil dari kata kerja fataḥa yang berarti “membuka” atau “memulai”. Sedangkan “al-” adalah kata sandang, artikel definitif, itu, penunjuk suatu kata benda. Al-Fātiḥah di si... | null | null | null | null | 1. Rabb رَبّ (al-Fātiḥah/1: 2)
Kata rabb secara etimologi berarti, “pemelihara”, “pendidik”, “pengasuh”, “pengatur”, dan “yang menumbuhkan”. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan, karena Tuhanlah yang secara hakiki sebagai pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluknya. Oleh se... | null | null |
2 | 1 | الفاتحة | Al-Fātiḥah | Al-Fatihah | Pembuka | 7 | 1 | Makkiyah | 2 | 1 | 0 | 1 | 1 | اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ | Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a). | Segala puji bagi Allah, Tuhan1) semesta alam | 1 | 1) Allah Swt. disebut rabb (Tuhan) seluruh alam karena Dialah yang telah menciptakan, memelihara, mendidik, mengatur, mengurus, memberi rezeki, dan sebagainya kepada semua makhluk-Nya. | Segala puji kita persembahkan hanya untuk Allah semata, Tuhan Pencipta dan Pemelihara seluruh alam, yaitu semua jenis makhluk. | Pada ayat di atas, Allah memulai firman-Nya dengan menyebut “Basmalah” untuk mengajarkan kepada hamba-Nya agar memulai suatu perbuatan yang baik dengan menyebut basmalah, sebagai pernyataan bahwa dia mengerjakan perbuatan itu karena Allah dan kepada-Nyalah dia memohonkan pertolongan dan berkah. Maka, pada ayat ini Alla... | Nama, Tempat Diturunkan, dan Jumlah Ayat
Surah pertama al-Fātiḥah mempunyai bermacam-macam nama, antara lain:
1. Surah al-Fātiḥah
Kata “Fātiḥah” terambil dari kata kerja fataḥa yang berarti “membuka” atau “memulai”. Sedangkan “al-” adalah kata sandang, artikel definitif, itu, penunjuk suatu kata benda. Al-Fātiḥah di si... | null | null | null | null | 1. Rabb رَبّ (al-Fātiḥah/1: 2)
Kata rabb secara etimologi berarti, “pemelihara”, “pendidik”, “pengasuh”, “pengatur”, dan “yang menumbuhkan”. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan, karena Tuhanlah yang secara hakiki sebagai pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluknya. Oleh se... | null | null |
3 | 1 | الفاتحة | Al-Fātiḥah | Al-Fatihah | Pembuka | 7 | 1 | Makkiyah | 3 | 1 | 0 | 1 | 1 | الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ | Ar-raḥmānir-raḥīm(i). | Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, | null | null | Dialah Yang Maha Pengasih, Pemilik dan sumber sifat kasih, Yang menganugerahkan segala macam karunia, baik besar maupun kecil, kepada seluruh makhluk, Maha Penyayang Yang selalu tiada henti memberi kasih dan kebaikan kepada orang-orang yang beriman. | Pada ayat dua di atas Allah swt menerangkan bahwa Dia adalah Tuhan seluruh alam. Maka untuk mengingatkan hamba kepada nikmat dan karunia yang berlipat-ganda, yang telah dilimpahkan-Nya, serta sifat dan cinta kasih sayang yang abadi pada diri-Nya, diulang-Nya sekali lagi menyebut ar-Raḥmān ar-Raḥīm. Yang demikian dimaks... | Nama, Tempat Diturunkan, dan Jumlah Ayat
Surah pertama al-Fātiḥah mempunyai bermacam-macam nama, antara lain:
1. Surah al-Fātiḥah
Kata “Fātiḥah” terambil dari kata kerja fataḥa yang berarti “membuka” atau “memulai”. Sedangkan “al-” adalah kata sandang, artikel definitif, itu, penunjuk suatu kata benda. Al-Fātiḥah di si... | null | null | null | null | 1. Rabb رَبّ (al-Fātiḥah/1: 2)
Kata rabb secara etimologi berarti, “pemelihara”, “pendidik”, “pengasuh”, “pengatur”, dan “yang menumbuhkan”. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan, karena Tuhanlah yang secara hakiki sebagai pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluknya. Oleh se... | null | null |
4 | 1 | الفاتحة | Al-Fātiḥah | Al-Fatihah | Pembuka | 7 | 1 | Makkiyah | 4 | 1 | 0 | 1 | 1 | مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ | Māliki yaumid-dīn(i). | Pemilik hari Pembalasan.2) | 2 | 2) Yaumid-dīn (hari Pembalasan) adalah hari ketika kelak manusia menerima balasan atas amal-amalnya yang baik dan yang buruk. Hari itu disebut juga yaumul-qiyāmah (hari Kiamat), yaumul-ḥisāb (hari Penghitungan), dan sebagainya. | Dialah satu-satunya Pemilik hari Pembalasan dan perhitungan atas segala perbuatan, yaitu hari kiamat. Kepemilikan-Nya pada hari itu bersifat mutlak dan tidak disekutui oleh suatu apa pun. | Sesudah Allah menyebutkan beberapa sifat-Nya, yaitu: Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, maka diiringi-Nya dengan menyebutkan satu sifat-Nya lagi, yaitu “menguasai hari pembalasan”. Penyebutan ayat ini dimaksudkan agar kekuasaan Allah atas alam ini tak terhenti sampai di dunia ini saja, tetapi terus... | Nama, Tempat Diturunkan, dan Jumlah Ayat
Surah pertama al-Fātiḥah mempunyai bermacam-macam nama, antara lain:
1. Surah al-Fātiḥah
Kata “Fātiḥah” terambil dari kata kerja fataḥa yang berarti “membuka” atau “memulai”. Sedangkan “al-” adalah kata sandang, artikel definitif, itu, penunjuk suatu kata benda. Al-Fātiḥah di si... | null | null | null | null | 1. Rabb رَبّ (al-Fātiḥah/1: 2)
Kata rabb secara etimologi berarti, “pemelihara”, “pendidik”, “pengasuh”, “pengatur”, dan “yang menumbuhkan”. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan, karena Tuhanlah yang secara hakiki sebagai pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluknya. Oleh se... | null | null |
5 | 1 | الفاتحة | Al-Fātiḥah | Al-Fatihah | Pembuka | 7 | 1 | Makkiyah | 5 | 1 | 0 | 1 | 1 | اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ | Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn(u), | Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. | null | null | Atas dasar itu semua, hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan beribadah dengan penuh ketulusan, kekhusyukan, dan tawakal, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan dalam segala urusan dan keadaan kami, sambil kami berusaha keras. | Di dalam ayat-ayat sebelumnya disebutkan empat macam dari sifat-sifat Allah, yaitu: Pendidik seluruh alam, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Yang menguasai hari pembalasan. Sifat-sifat yang disebutkan itu adalah sifat-sifat kesempurnaan yang hanya Allah saja yang mempunyainya. Sebab itu pada ayat ini Allah mengajarkan... | Nama, Tempat Diturunkan, dan Jumlah Ayat
Surah pertama al-Fātiḥah mempunyai bermacam-macam nama, antara lain:
1. Surah al-Fātiḥah
Kata “Fātiḥah” terambil dari kata kerja fataḥa yang berarti “membuka” atau “memulai”. Sedangkan “al-” adalah kata sandang, artikel definitif, itu, penunjuk suatu kata benda. Al-Fātiḥah di si... | null | null | null | null | 1. Rabb رَبّ (al-Fātiḥah/1: 2)
Kata rabb secara etimologi berarti, “pemelihara”, “pendidik”, “pengasuh”, “pengatur”, dan “yang menumbuhkan”. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan, karena Tuhanlah yang secara hakiki sebagai pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluknya. Oleh se... | null | null |
6 | 1 | الفاتحة | Al-Fātiḥah | Al-Fatihah | Pembuka | 7 | 1 | Makkiyah | 6 | 1 | 0 | 1 | 1 | اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ | Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). | Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,3) | 3 | 3) Jalan yang lurus adalah jalan hidup yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis. | Kami memohon, tunjukilah kami jalan yang lurus, dan teguhkanlah kami di jalan itu, yaitu jalan hidup yang benar, yang dapat membuat kami bahagia di dunia dan di akhirat, serta dapat mengantarkan kami menuju keridaan-Mu. | Ihdi: pimpinlah, tunjukilah, berilah hidayah. Arti “hidayah” ialah menunjukkan suatu jalan atau cara menyampaikan orang kepada orang yang ditujunya, dengan baik.
Macam-macam Hidayah (Petunjuk)
Allah telah memberi manusia bermacam-macam hidayah, seperti yang juga dibahas dalam Tafsīr Al-Fātiḥah oleh Muhammad Abduh.
1. ... | Nama, Tempat Diturunkan, dan Jumlah Ayat
Surah pertama al-Fātiḥah mempunyai bermacam-macam nama, antara lain:
1. Surah al-Fātiḥah
Kata “Fātiḥah” terambil dari kata kerja fataḥa yang berarti “membuka” atau “memulai”. Sedangkan “al-” adalah kata sandang, artikel definitif, itu, penunjuk suatu kata benda. Al-Fātiḥah di si... | null | null | null | null | 1. Rabb رَبّ (al-Fātiḥah/1: 2)
Kata rabb secara etimologi berarti, “pemelihara”, “pendidik”, “pengasuh”, “pengatur”, dan “yang menumbuhkan”. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan, karena Tuhanlah yang secara hakiki sebagai pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluknya. Oleh se... | null | null |
7 | 1 | الفاتحة | Al-Fātiḥah | Al-Fatihah | Pembuka | 7 | 1 | Makkiyah | 7 | 1 | 0 | 1 | 1 | صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ | Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim, gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a). | (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat. | null | null | Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, berupa keimanan, hidayah, dan rida-Mu. Mereka itu, seperti dijelaskan dalam Surah an-Nisa' /4: 69, adalah: 1) para nabi yang telah dipilih Allah untuk memperoleh bimbingan sekaligus ditugasi untuk menuntun manusia menuju kebenaran Ilahi; 2) siddiqin, yait... | Setelah Allah swt mengajarkan kepada hamba-Nya untuk memohon agar selalu dibimbing-Nya menuju jalan yang lurus dan benar, pada ayat ini Allah menerangkan apa jalan yang lurus itu. Sebelum Al-Qur’an diturunkan, Allah telah menurunkan kitab-kitab suci-Nya yang lain, dan sebelum Nabi Muhammad diutus, Allah telah mengutus ... | Nama, Tempat Diturunkan, dan Jumlah Ayat
Surah pertama al-Fātiḥah mempunyai bermacam-macam nama, antara lain:
1. Surah al-Fātiḥah
Kata “Fātiḥah” terambil dari kata kerja fataḥa yang berarti “membuka” atau “memulai”. Sedangkan “al-” adalah kata sandang, artikel definitif, itu, penunjuk suatu kata benda. Al-Fātiḥah di si... | null | null | null | null | 1. Rabb رَبّ (al-Fātiḥah/1: 2)
Kata rabb secara etimologi berarti, “pemelihara”, “pendidik”, “pengasuh”, “pengatur”, dan “yang menumbuhkan”. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan, karena Tuhanlah yang secara hakiki sebagai pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluknya. Oleh se... | null | Surah al-Fātiḥah ini berisi pokok-pokok isi Al-Qur’anul-Karim seluruhnya. Pokok-pokok isi Al-Qur’an yang terkandung dalam surah Al-Fātiḥah ini dijelaskan dan diperinci pada 113 surah berikutnya.
Dari penafsiran yang telah disebutkan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pekerjaan yang baik perlu dimulai ... |
8 | 2 | البقرة | Al-Baqarah | Al-Baqarah | Sapi | 286 | 2 | Madaniyah | 1 | 2 | 1 | 1 | 1 | الۤمّۤ ۚ | Alif lām mīm. | Alif Lām Mīm. 4) | 4 | "4) Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang dibuka dengan huruf Arab yang muqaṭṭa‘ah (dibaca (...TRUNCATED) | "Alif Laam miim. Beberapa surah dalam Al-Qur'an dibuka dengan huruf abjad seperti Alif Laam miim, Al(...TRUNCATED) | "Alif Lām Mīm. Ayat pertama surah Al-Baqarah ini terdiri dari huruf-huruf lepas. Sebagaimana pada (...TRUNCATED) | "Surah al-Baqarah yang terdiri dari 286 ayat adalah termasuk golongan surah Madaniyah yang diturunka(...TRUNCATED) | null | "1.\tSurah al-Fātiḥah merupakan pokok-pokok pembahasan yang akan dirinci dalam surah al-Baqarah d(...TRUNCATED) | null | GOLONGAN ORANG YANG BERTAKWA | "Kosakata: Al-Muttaqīn اَلْمُتَّقِيْنَ (al-Baqarah/2: 2).\nKata al-muttaqīn adalah(...TRUNCATED) | null | null |
9 | 2 | البقرة | Al-Baqarah | Al-Baqarah | Sapi | 286 | 2 | Madaniyah | 2 | 2 | 1 | 1 | 1 | "ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُت(...TRUNCATED) | Żālikal-kitābu lā raiba fīh(i), hudal lil-muttaqīn(a). | "Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang ya(...TRUNCATED) | null | null | "Inilah Kitab yang sempurna dan penuh keagungan, yaitu Al-Qur'an yang Kami turunkan kepada Nabi Muha(...TRUNCATED) | "Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur’an tidak dapat diragukan, karena ia wahyu Allah swt yang dituru(...TRUNCATED) | "Surah al-Baqarah yang terdiri dari 286 ayat adalah termasuk golongan surah Madaniyah yang diturunka(...TRUNCATED) | null | "1.\tSurah al-Fātiḥah merupakan pokok-pokok pembahasan yang akan dirinci dalam surah al-Baqarah d(...TRUNCATED) | null | GOLONGAN ORANG YANG BERTAKWA | "Kosakata: Al-Muttaqīn اَلْمُتَّقِيْنَ (al-Baqarah/2: 2).\nKata al-muttaqīn adalah(...TRUNCATED) | null | null |
10 | 2 | البقرة | Al-Baqarah | Al-Baqarah | Sapi | 286 | 2 | Madaniyah | 3 | 2 | 1 | 1 | 1 | "الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ (...TRUNCATED) | Al-lażīna yu'minūna bil-gaibi wa yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn(a). | "(yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki(...TRUNCATED) | null | null | "Orang-orang yang bertakwa itu adalah mereka yang beriman kepada hal-hal yang gaib, yang tidak tampa(...TRUNCATED) | "Pertama: Beriman kepada yang gaib. Termasuk di dalamnya beriman kepada Allah dengan sesungguhnya, m(...TRUNCATED) | "Surah al-Baqarah yang terdiri dari 286 ayat adalah termasuk golongan surah Madaniyah yang diturunka(...TRUNCATED) | null | "1.\tSurah al-Fātiḥah merupakan pokok-pokok pembahasan yang akan dirinci dalam surah al-Baqarah d(...TRUNCATED) | null | GOLONGAN ORANG YANG BERTAKWA | "Kosakata: Al-Muttaqīn اَلْمُتَّقِيْنَ (al-Baqarah/2: 2).\nKata al-muttaqīn adalah(...TRUNCATED) | null | null |
End of preview. Expand in Data Studio
Dataset Terjemahan dan Tafsir Al-Quran
Deskripsi Dataset
Dataset ini berisi terjemahan Al-Quran dalam bahasa Indonesia beserta tafsirnya. Dataset ini dapat digunakan untuk berbagai tugas NLP seperti machine translation, text generation, dan text summarization.
Fitur Utama
- Terjemahan Al-Quran: Teks Al-Quran dalam bahasa Arab beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
- Tafsir Al-Quran: Penjelasan atau interpretasi dari ayat-ayat Al-Quran dalam bahasa Indonesia.
- Metadata: Informasi tambahan seperti nomor surat, nomor ayat, dan nama surat.
Penggunaan Dataset
Dataset ini dapat digunakan untuk:
- Machine Translation: Melatih model untuk menerjemahkan teks Al-Quran dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.
- Text Generation: Membuat model yang dapat menghasilkan tafsir atau penjelasan dari ayat-ayat Al-Quran.
- Text Summarization: Membuat ringkasan dari tafsir Al-Quran.
Struktur Data
{
"id": "14",
"surah_id": "2",
"surah_arabic": " البقرة",
"surah_latin": "Al-Baqarah ",
"surah_transliteration": "Al-Baqarah",
"surah_translation": "Sapi",
"surah_num_ayah": "286",
"surah_page": "2",
"surah_location": "Madaniyah",
"ayah": "7",
"page": "3",
"quarter_hizb": "1",
"juz": "1",
"manzil": "1",
"arabic": "خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ࣖ ",
"latin": "Khatamallāhu ‘alā qulūbihim wa ‘alā sam‘ihim wa ‘alā abṣārihim gisyāwatuw wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm(un). ",
"translation": "Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka.5) Pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang sangat berat.",
"no_footnote": "5",
"footnotes": "5) Allah Swt. telah mengunci hati dan telinga orang kafir sehingga nasihat atau hidayah tidak bisa masuk ke dalam hatinya.",
"tafsir_wajiz": "Karena mereka ingkar dengan menutup diri dari kebenaran, maka seakan Allah telah mengunci hati mereka dengan sekat yang tertutup rapat sehingga nasihat atau hidayah tersebut tidak bisa masuk ke dalam hati mereka, dan pendengaran mereka juga seakan terkunci, sehingga tidak mendengar kebenaran dari Allah. Demikian pula penglihatan mereka telah tertutup, sehingga tidak melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat mengantarkan kepada keimanan, dan sebagai akibatnya, mereka akan mendapat azab yang berat. ",
"tafsir_tahlili": "Hal yang menyebabkan orang-orang kafir tidak menerima peringatan adalah karena hati dan pendengaran mereka tertutup, bahkan terkunci mati, tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasihat tidak berbekas pada mereka. Karena penglihatan mereka tertutup, mereka tidak dapat melihat, memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang telah mereka dengar, tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.\nTerkuncinya hati dan pendengaran, serta tertutupnya penglihatan orang-orang kafir itu karena mereka selalu mengerjakan perbuatan-perbuatan yang terlarang. Tiap-tiap perbuatan terlarang yang mereka lakukan akan menambah rapat dan kuatnya kunci yang menutup hati dan pendengaran mereka. Makin banyak perbuatan itu mereka lakukan, makin bertambah kuat pula kunci dan tutup pada hati dan telinga mereka:\nفَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَقَتْلِهِمُ الْاَنْۢبِيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَّقَوْلِهِمْ قُلُوْبُنَا غُلْفٌ ۗ بَلْ طَبَعَ اللّٰهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ ١٥٥ (النساۤء)\nMaka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka mengatakan, ”Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman (an-Nisā’/4: 155).\nوَنُقَلِّبُ اَفْـِٕدَتَهُمْ وَاَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖٓ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ ࣖ ۔ ١١٠ (الانعام)\nDan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (al-An‘ām/6: 110)\nProses bertambah kuatnya tutup dan bertambah kuatnya kunci hati dan pendengaran orang-orang kafir itu diterangkan oleh hadis :\nقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِنَّ الْعَبْدَ اِذَا اَذْنَبَ ذَنْباً كَانَتْ نُقْطَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَاِنْ تَابَ مِنْهَا صَقُلَ قَلْبُهُ وَاِنْ زَادَ زَادَتْ فَذٰلِكَ قَوْلُ اللهِ \"كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلـٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ (رواه الترمذي وابن جرير الطبري عن ابي هريرة)\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya seorang hamba apabila ia mengerjakan perbuatan dosa terdapatlah suatu noda hitam di dalam hatinya, maka jika ia bertobat, mengkilat hatinya, dan jika ia tambah mengerjakan perbuatan buruk, bertambahlah noda hitam \". Itulah firman Allah, \"Tidak, tetapi perbuatan mereka menjadi noda hitam di hati mereka”. (Riwayat at-Tirmiżī dan Ibnu Jarīr aṭ-Ṭabari dari Abū Hurairah)",
"tafsir_intro_surah": "Surah al-Baqarah yang terdiri dari 286 ayat adalah termasuk golongan surah Madaniyah yang diturunkan pada tahun-tahun permulaan periode Nabi Muhammad saw di Medinah. Ia merupakan surah yang terpanjang dan terbanyak ayat-ayatnya di antara surah yang ada di dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamai “al-Baqarah” yang berarti “seekor sapi”, karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil. Dalam pelaksanaan penyembelihan sapi betina itu tampak dengan jelas sifat dan watak orang-orang Yahudi pada umumnya.\nDinamakan juga fusṭaṭ al-Qur’ān yang berarti “puncak Al-Qur’an” karena surah ini memuat beberapa hukum yang tidak disebut di surah-surah yang lain. Juga dinamakan Alīf Lām Mīm, karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah (abjad) alif lām mīm.\nDi antara pokok-pokok isinya ialah:\n1.\tKeimanan: Dakwah Islamiah yang ditujukan kepada umat Islam, Ahli Kitab dan orang-orang musyrik.\n2.\tHukum: Perintah mengerjakan salat, perintah menunaikan zakat, puasa, haji dan umrah, qiṣaṣ, yang halal dan yang haram, bernafkah di jalan Allah, minum arak dan berjudi, cara bergaul dengan anak yatim, prinsip-prinsip ekonomi, larangan memakan riba, utang piutang, nafkah dan yang berhak menerimanya, wasiat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat, hukum sumpah, kewajiban menyampaikan amanat, sihir, hukum merusak masjid, hukum mengubah kitab-kitab Allah, haid, idah, talak, khulu‘, ilā, hukum susuan, meminang, mahar, menikahi wanita musyrik dan sebaliknya, hukum perang, dan lain-lain. \n3.\tKisah: Penciptaan Nabi Adam a.s., kisah Nabi Ibrahim a.s., dan kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil.\n4.\tLain-lain, seperti: sifat orang yang bertakwa, sifat-sifat orang munafik, sifat-sifat Allah, perumpamaan-perumpamaan, kiblat, dan kebangkitan sesudah mati.",
"tafsir_outro_surah": "",
"tafsir_munasabah_prev_surah": "1.\tSurah al-Fātiḥah merupakan pokok-pokok pembahasan yang akan dirinci dalam surah al-Baqarah dan surah-surah sesudahnya.\n2.\tDi bagian akhir surah al-Fātiḥah disebutkan permohonan hamba, agar diberi petunjuk oleh Allah ke jalan yang lurus, sedang surah al-Baqarah dimulai dengan ayat yang menerangkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang menunjukkan jalan yang dimaksudkan itu.\n3.\tDi akhir surah al-Fātiḥah disebutkan tiga kelompok manusia, yaitu yang diberi nikmat, yang dimurkai Allah dan orang yang sesat, sedangkan di awal surah al-Baqarah juga disebutkan tiga kelompok manusia, yaitu orang yang bertakwa, orang kafir, dan orang munafik.",
"tafsir_munasabah_prev_theme": "Pada ayat-ayat yang lalu diterangkan sifat orang bertakwa yang hatinya telah mendapat petunjuk dan bimbingan Allah serta balasan yang mereka peroleh dari buah ketakwaannya itu. Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang kafir yang hatinya telah tertutup, tidak mau menerima petunjuk-petunjuk Allah dan mereka menerima akibat yang buruk, yaitu azab yang besar.",
"tafsir_theme_group": "GOLONGAN KAFIR",
"tafsir_kosakata": "Kosakata: Kafarū كَفَرُوْا (al-Baqarah/2: 6)\nKata kafarū diambil dari kata kufr, merupakan masdar (infinitif) dari kafara-yakfuru-kufran/kufr. Dalam Al-Qur’an kata kufr dan kata yang seasal dengannya disebut 525 kali. Sedangkan kata kafir disebut hanya 5 kali, yaitu pada surah al-Baqarah, al-Furqān, at-Tagābun dan an-Naba’.\nSecara bahasa, kata kufr mengandung beberapa arti, antara lain: menutupi, melepaskan diri, menghapus, kulit, dan denda (kaffārah) karena melanggar salah satu ketentuan Allah. Dalam ayat ini yang dimaksud orang kafir ialah orang yang ingkar, tidak percaya kepada adanya Allah, tidak percaya pada kekuasaan Allah, karena dia telah menutup diri dan melupakan diri dari kekuasaan Allah. Dia tidak mau tunduk dan patuh pada perintah Allah.\nDari beberapa arti secara bahasa di atas, menurut al-Asfahani dan Ibnu Manẓūr, yang dekat kepada arti secara istilah adalah “menutupi”, “menyembunyikan”. Malam hari disebut kafir karena ia menutupi siang atau tersembunyinya sesuatu oleh kegelapannya. Awan disebut kafir karena ia (dapat) menutupi atau menyembunyikan cahaya matahari. Kafir terhadap nikmat Allah berarti seseorang menutupi atau menyembunyikan nikmat Allah dengan cara tidak mensyukurinya. Demikian juga petani karena menutupi atau menyembunyikan benih dengan tanah waktu bercocok tanam.",
"tafsir_sabab_nuzul": "",
"tafsir_conclusion": "Orang-orang kafir yang ingkar kepada Allah, bagi mereka sama saja, diberi petunjuk atau tidak diberi petunjuk, mereka tidak akan beriman, karena hati, telinga dan mata mereka tertutup.\nBalasan orang-orang kafir adalah siksa yang amat pedih."
}
Dataset ini terdiri dari beberapa kolom:
id: String yang berisi identifikasi unik untuk entri ini.surah_id: String yang berisi identifikasi unik untuk surah.surah_arabic: String yang berisi nama surah dalam bahasa Arab.surah_latin: String yang berisi nama surah dalam huruf Latin.surah_transliteration: String yang berisi transliterasi nama surah.surah_translation: String yang berisi terjemahan nama surah.surah_num_ayah: String yang berisi jumlah ayat dalam surah.surah_page: String yang berisi nomor halaman di mana surah dimulai dalam mushaf.surah_location: String yang berisi lokasi turunnya surah (Misalnya, "Madaniyah" untuk surah yang turun di Madinah).ayah: String yang berisi nomor ayat.page: String yang berisi nomor halaman di mana ayat tersebut berada.quarter_hizb: String yang berisi informasi tentang seperempat hizb di mana ayat tersebut berada.juz: String yang berisi informasi tentang juz di mana ayat tersebut berada.manzil: String yang berisi informasi tentang manzil di mana ayat tersebut berada.arabic: String yang berisi teks ayat dalam bahasa Arab.latin: String yang berisi teks ayat dalam huruf Latin.translation: String yang berisi terjemahan ayat.no_footnote: String yang berisi nomor catatan kaki.footnotes: String yang berisi teks catatan kaki.tafsir_wajiz: String yang berisi tafsir singkat (tafsir wajiz) dari ayat.tafsir_tahlili: String yang berisi tafsir analitis (tafsir tahlili) dari ayat.tafsir_intro_surah: String yang berisi pengantar tentang surah.tafsir_outro_surah: String yang berisi penutup tentang surah (kosong dalam contoh ini).tafsir_munasabah_prev_surah: String yang berisi hubungan (munasabah) dengan surah sebelumnya.tafsir_munasabah_prev_theme: String yang berisi hubungan (munasabah) dengan tema sebelumnya.tafsir_theme_group: String yang berisi kelompok tema tafsir.tafsir_kosakata: String yang berisi penjelasan kosakata dalam ayat.tafsir_sabab_nuzul: String yang berisi informasi tentang sebab turunnya ayat (kosong dalam contoh ini).tafsir_conclusion: String yang berisi kesimpulan dari tafsir ayat.
Sumber Data: Quran Kemenag
- Downloads last month
- 16